November 30, 2021

PT HM Sampoerna Tbk. Umumkan Realisasi Investasi Senilai USD 166,1 Juta bagi Fasilitas Produksi Batang Tembakau untuk IQOS dengan Merek HEETS

  • IQOS merupakan produk tembakau inovatif bebas asap tanpa pembakaran yang mengedepankan penelitian ilmiah dan teknologi sehingga mengurangi paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90 - 95% dibandingkan asap rokok.
  • HEETS merupakan merek dari batang tembakau yang secara eksklusif dirancang untuk digunakan dengan IQOS.
  • Fasilitas produksi yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini merupakan fasilitas ketujuh di dunia dan kedua di Asia, dan dijadwalkan beroperasi pada kuartal 4 tahun 2022 dengan fokus utama memasok pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik.
Karawang, 30 November 2021 – PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna” atau “Perusahaan”/IDX: HMSP), afiliasi dari Philip Morris International (PMI), mengumumkan realisasi investasi dengan total nilai sekitar USD 166,1 juta untuk pembangunan fasilitas produksi untuk batang tembakau bagi IQOS dengan merek HEETS, di Karawang, Jawa Barat, Indonesia.

Fasilitas produksi yang dijadwalkan akan beroperasi pada kuartal 4 2022 akan memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan difokuskan untuk pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Sampoerna untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang di Indonesia dengan mengedepankan inovasi, penelitian ilmiah, dan teknologi. Fasilitas tersebut akan menjadi fasilitas produksi ketujuh PMI secara global dan kedua di Asia, serta merupakan perluasan dari fasilitas produksi Sampoerna yang berlokasi di Karawang.

“Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan Sampoerna dan induk perusahaan kami, PMI, atas iklim investasi Indonesia dan upaya nyata kami untuk menjadi bagian dari pemulihan perekonomian nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. Lebih lanjut, fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen global PMI dalam menyediakan produk tembakau bebas asap sebagai alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa,” kata Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis. 

“Kami percaya bahwa dengan memanfaatkan inovasi, penelitian, dan adaptasi teknologi dalam manufaktur batang tembakau untuk IQOS, Sampoerna akan berperan aktif mendorong transformasi industri tembakau nasional dengan tetap melibatkan petani tembakau dan peritel sebagai bagian dari mata rantai industri. Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah untuk terus meningkatkan daya saing sektor manufaktur tanah air di kancah global melalui Peta Jalan Making Indonesia 4.0,” tambah Mindaugas.

Selama 108 tahun Sampoerna beroperasi di Indonesia, Mindaugas berharap realisasi investasi ini juga dapat meningkatkan multiplier effect yang lebih besar melalui penciptaan nilai tambah, serapan daun tembakau dari petani lokal, membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja berketerampilan tinggi, dan semakin meningkatkan kepercayaan para investor atas iklim investasi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyambut baik investasi ini, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut hadir dalam acara tersebut. 

Ia mengatakan, "Kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, adalah hal yang penting karena dapat meningkatkan ketahanan ekonomi dan mendorong Indonesia untuk meraih momentum akselerasi pemulihan ekonomi."

Senada dengan itu, Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengatakan, “Kami mengapresiasi komitmen para pelaku industri untuk memperluas investasi di tanah air, bahkan di tengah pandemi COVID-19. Melalui investasi ini, kami berharap Sampoerna dapat menjadi salah satu motor penggerak penerapan teknologi dan inovasi demi keberlanjutan industri produk tembakau nasional. Hal ini sejalan dengan upaya-upaya pemulihan ekonomi dan inisiatif pemerintah menjalankan Peta Jalan Making Indonesia 4.0.”

Bahlil juga mengatakan bahwa perluasan investasi oleh Sampoerna merupakan bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang baik di tanah air sehingga mampu menarik lebih banyak investor ke Indonesia, terutama yang berorientasi ekspor.

“Perluasan investasi Sampoerna pada produk ekspor membuktikan potensi Indonesia sebagai hub ekspor di wilayah Asia Pasifik. Investasi ini merupakan contoh nyata dari kepercayaan sektor swasta terhadap iklim investasi di negara kita. Ke depannya, kami berharap semakin banyak perusahaan yang memperluas portofolio investasinya di Indonesia,” tambah Bahlil.

Mindaugas menambahkan, “Pembukaan pabrik produk batang tembakau untuk IQOS dengan merek HEETS di Karawang merupakan salah satu pencapaian bersejarah dalam komitmen PMI untuk mewujudkan visi masa depan bebas asap, khususnya konsumen dewasa di kawasan Asia yang memilih untuk terus menikmati produk tembakau.”

Di Indonesia, Sampoerna telah melakukan uji pasar IQOS secara terbatas sejak bulan Maret 2019 melalui program keanggotaan “IQOS Club” untuk mempelajari potensi pasar dan respon perokok dewasa terhadap produk bebas asap rokok. Saat ini, IQOS dan batang tembakau dengan merek HEETS tersedia di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan.

***

Tentang IQOS

IQOS adalah salah satu dari beberapa platform produk bebas asap rokok yang dikembangkan PMI untuk menjawab permintaan dari perokok dewasa akan alternatif rokok yang lebih baik. Sejak 2008, PMI telah menginvestasikan lebih dari USD 8,1 miliar untuk produk bebas asap, yang mencerminkan investasi perusahaan dalam penelitian, pengembangan produk dan komersial, kapasitas produksi, pembuktian ilmiah, dan studi tentang pemahaman perokok dewasa.

IQOS memanaskan tembakau tanpa adanya proses pembakaran, sehingga paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya bagi tubuh berkurang hingga rata-rata 90-95% dibandingkan dengan asap rokok. Totalitas studi PMI hingga saat ini menunjukkan bahwa IQOS, meskipun tidak bebas risiko, cenderung mengandung lebih sedikit risiko dibandingkan dengan terus merokok bagi perokok dewasa yang beralih sepenuhnya pada IQOS.

IQOS dan produk tembakau habis pakainya pertama kali dipasarkan ke konsumen di Nagoya, Jepang dan Milan, Italia pada tahun 2014. Pada 30 September 2021, produk bebas asap PMI sudah dipasarkan di 70 pasar di kota-kota utama atau secara nasional, dan terdapat jumlah total sekitar 20,4 juta pengguna dewasa di seluruh dunia. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.pmi.com dan www.pmiscience.com 


Tentang PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna)

Didirikan pada tahun 1913, Sampoerna – afiliasi dari Philip Morris International Inc. – adalah perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan memperdagangkan rokok kretek (cengkeh). Sampoerna memproduksi beberapa merek kretek terkenal seperti Sampoerna A, “Raja Kretek” legendaris Dji Sam Soe, Sampoerna U, dan Sampoerna Kretek. Sampoerna juga mendistribusikan produk rokok merek Marlboro ke seluruh Indonesia melalui perjanjian distribusi jangka panjang dengan PT Philip Morris Indonesia.

Sampoerna mengoperasikan enam fasilitas produksi yang berlokasi di Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Karawang. Sampoerna juga bermitra dengan 38 Operator Pihak Ketiga di seluruh Jawa, yang mempekerjakan – secara langsung dan tidak langsung – sekitar 65.000 orang, sebagian besar dalam produksi sigaret kretek tangan. Sampoerna mendistribusikan produknya melalui 112 kantor penjualan dan kantor distribusi wilayah di seluruh Indonesia.

Sampoerna tercatat di Bursa Efek Indonesia. Saham Sampoerna diperdagangkan dengan kode saham “HMSP”.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.sampoerna.com


Media Contact:
Tantri Kadiman-Beekelaar
Head of Corporate Communications 
PT HM Sampoerna Tbk. 
Email : tantri.kadiman@sampoerna.com
CORPORATE & EXTERNAL COMMUNICATIONS
share this story