CSR - Sampoerna Rescue (3)
Keberlanjutan

Sampoerna untuk Indonesia

sui-logo-white-bg-vertical

Sampoerna untuk Indonesia

 

 

Sampoerna Untuk Indonesia melambangkan komitmen keberlanjutan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) untuk terus berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Komitmen ini selaras dengan Falsafah Tiga Tangan kami dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Bagi Sampoerna, keberlanjutan adalah tentang menciptakan nilai jangka panjang dan meminimalkan dampak negatif terkait dengan produk, kegiatan operasional dan rantai nilai kami.

 

Sampoerna percaya bahwa transformasi kinerja bisnis diperlukan untuk menciptakan dampak positif terhadap operasional, sosial,  dan lingkungan.


Rumah SUI

Pendekatan keberlanjutan kami adalah elemen kunci dari keseluruhan strategi bisnis Sampoerna. Hal ini disusun dalam 4 pilar yang memungkinkan kami untuk menggunakan dan mencapai komitmen kami dalam Sampoerna untuk Indonesia, yaitu:

 

1. Mendorong Keunggulan Operasional

2. Mengelola Dampak Sosial

3. Mengurangi Jejak Lingkungan

4. Transformasi bisnis

 

Pilar 1. Mendorong Keunggulan Operasional

 Dalam menjalankan bisnis kami, kami selalu menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan terhadap peraturan. Bersama dengan puluhan ribu tenaga kerja, kami terus mendukung ekonomi nasional dan menghormati hak asasi manusia di setiap bagian dari rantai nilai kami. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan akses ke teknologi, memasarkan produk-produk kami secara bertanggung jawab, mengelola rantai pasokan kami secara bertanggung jawab, dan menerapkan praktik-praktik operasional dengan standar tertinggi. 

 

 Kata Kunci: integritas bisnis, dampak ekonomi, hak asasi manusia, pemasaran bertanggung jawab, rantai pasok

 

 Pilar 2. Mengelola Dampak Sosial

Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi nasional. Hal ini kami lakukan melalui penyerapan dan pengembangan tenaga kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), peningkatan kualitas hidup petani mitra, dan penghapusan pekerja anak di pertanian tembakau dan cengkeh. Kami percaya semua orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama, oleh karenanya kami juga menjadikan keberagaman, keselamatan di tempat kerja, dan lingkungan kerja yang adil sebagai budaya di Sampoerna.

 

 Kata kunci: pengembangan tenaga kerja, kesejahteraan masyarakat, UKM, petani mitra, kerja adil, penghapusan pekerja anak

 

 Pillar 3. Mengurangi Jejak Lingkungan

 Manajemen lingkungan yang efektif di seluruh operasi dan rantai nilai kami penting untuk membantu kami meminimalkan dampak lingkungan dan mengatasi perubahan iklim.

 

 Kami berupaya untuk meminimalisir jejak karbon pada rantai nilai, mengelola air secara bertanggung jawab, dan melestarikan keanekaragaman hayati dimanapun fasilitas kami berada. Selain itu, kami juga menggunakan energi terbarukan dan menerapkan pengelolaan limbah dengan tepat dari pertanian hingga limbah pasca-konsumen kami.

 

 kata kunci: jejak karbon, pengelolaan air, keanekaragaman hayati, energi terbarukan, pengelolaan limbah

 

 Pillar 4. Transformasi Bisnis

Kami terus berinovasi untuk memberikan alternatif yang lebih baik kepada para konsumen dewasa. Induk perusahaan kami, Philip Morris International, telah menciptakan produk dengan risiko yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan rokok konvensional, yaitu produk tembakau yang dipanaskan. Kami bertujuan untuk memberikan informasi yang lengkap dan jelas kepada para perokok dewasa atas inovasi ini. Inovasi ini secara ketat ditujukan bagi mereka yang akan terus merokok. Kami tetap secara jelas menyatakan bahwa opsi terbaik adalah berhenti merokok sama sekali. Ini adalah inti dari setiap kegiatan komersialisasi yang kami lakukan.

 

 Kata kunci: Inovasi, produk alternatif, pengurangan risiko

SUI One Pager (2)
Sampoerna Rescue (SAR)

Indonesia mengalami sejumlah bencana dahsyat pada 2018. Pada tanggal 5 Agustus 2018, Lombok dilanda gempa bumi dahsyat dengan kekuatan 7,0 SR, diikuti gempa 6,9 SR lainnya dua minggu kemudian. Kedua gempa bumi tersebut menyebabkan hampir 80% bangunan di Lombok Utara rusak dan lebih dari 400.000 orang mengungsi. Sampoerna Rescue (SAR) dengan cepat memobilisasi tim untuk memberikan respon darurat, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB), pemerintah daerah, dan LSM. Tim SAR dan Yayasan Skala Indonesia membantu desa-desa yang terkena dampak melalui program Lombok Build Back Better dengan membangun fasilitas sanitasi publik di Desa Sandik di Lombok Barat, Desa Selengan di Lombok Utara dan Desa Obel-Obel dan Desa Sembalun Lumbung di Lombok Timur. Sampoerna juga mendistribusikan paket bantuan kemanusiaan untuk korban di Lombok dan Kepulauan Sumbawa. Program kemanusiaan Sampoerna juga mencakup dukungan psikologis pasca trauma.

 

Dalam kurun waktu hanya sebulan, pada 28 September 2018 Palu, Sulawesi Tengah dilanda tsunami. SAR Sampoerna sekali lagi dengan cepat membentuk tim respons menyediakan ekskavator untuk penyelamatan, mendirikan tempat penampungan, membangun fasilitas dapur, dan mendistribusikan obat-obatan kepada para korban. Tim juga menyediakan pemeriksaan kesehatan bagi penduduk dan menyediakan air bersih yang sangat dibutuhkan untuk memasak, mandi dan mencuci.

 

Sejak 2002, SAR Sampoerna telah melakukan lebih dari 200 misi kemanusiaan di seluruh nusantara, yang memberi manfaat langsung kepada lebih dari 100.000 orang. Sebagai pengakuan atas kontribusi tim SAR selama 15 tahun terakhir, Kementerian Sosial memberikan Padmamitra Award kategori bencana kepada Sampoerna.

 

Sampoerna Rescue Training Center (SAR-TC) 

Sampoerna terus memaksimalkan pusat pelatihan bencana, Sampoerna Rescue Training Center (SAR-TC), yang dibangun pada tahun 2012. Di sepanjang tahun 2016, SAR-TC memberikan pelatihan Kesiapsiagaan Bencana sebanyak 13 kali dengan melibatkan beberapa institusi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Palang Merah Indonesia Malang, sejumlah universitas dan beberapa kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Pasuruan, Tuban, Jombang, Kediri, Tulung, Gresik, Pidie Jaya, dan Bima. Hal ini juga termasuk kerjasama dengan Perwakilan Manajemen Lumpur Sidoarjo. Sebanyak hampir 600 orang menerima manfaat dari kegiatan ini.

 

SaMPOERNA ENTREPRENEURSHIP TRAINING CENTER (SETC)

 

SETC yang diresmikan pada Maret 2007 di Pasuruan, Jawa Timur, dilengkapi fasilitas untuk mendukung pengembangan kewirausahaan antara lain ruang pelatihan dan pertemuan, laboratorium kultur jaringan, area untuk ternak, perikanan dan penelitian, serta penginapan. Saat ini SETC telah menjangkau pelaku UKM di 79 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

 

Pada Desember 2018, SETC menerima sekitar 96.000 pengunjung, melatih sekitar 46.000 orang dari seluruh Indonesia sera negara lain, serta membantu 46.000 UKM. Sampoerna memanfaatkan pengetahuan bisnisnya untuk memberdayakan pengusaha UKM di Indonesia.

“SETC membina dan mendampingi saya dalam mengembangkan usaha keripik agar produk saya memiliki kualitas yang baik, seperti rasa yang lebih enak, kemasan lebih tebal, desain label lebih menarik, punya izin dari Dinas Kesehatan dan pengolahan yang lebih higienis."
  • Hajjah Liana, SETC 2005

Dukungan Kami

 

Pada tahun 2018, Sampoerna dan perusahaan induk Sampoerna, Philip Morris International (PMI), menyumbangkan Rp 101 miliar kepada berbagai program pengembangan masyarakat, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan tanggap darurat sebagai komitmen Sampoerna terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

JPG-1600width-GB 12-12-18 X6448

share this story